FACE OF OUR LIBRARY


Showing posts with label KEDOKTERAN. Show all posts
Showing posts with label KEDOKTERAN. Show all posts

Friday, April 15, 2011

HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 0 – 6 BULAN

Abstract
MAHAR, DAULANI (2010)
Sampai saat ini, diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Angka kematian bayi karena diare selalu menduduki urutan pertama sampai ketiga dari semua penyebab kematian, terutama pada anak yang mSampai saat ini, diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Angka kematian bayi karena diare selalu menduduki urutan pertama sampai ketiga dari semua penyebab kematian, terutama pada anak yang mendapat susu formula, angka kematian lebih bermakna dibandingkan dengan anak-anak yang mendapat ASI.

Dalam tahap usia sejak lahir sampai 6 bulan, ASI merupakan makanan yang paling utama, tetapi karena ada beberapa faktor ibu tidak memungkinkan untuk bisa menyusui anaknya, maka para ibu telah memberi pengganti asinya dengan susu formula. Jika pemberian susu formula ini tidak diberikan secara benar atau si anak tidak bisa mencerna dengan baik, akan mengakibatkan gangguan pencernaan atau diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross-sectional dengan cara observasi analitik. Metode pengambilan sampel adalah non-random sampling dengan teknik quota sampling dengan jumlah sampel 64 bayi di Puskesmas Wonosari. Variabel bebasnya pemberian susu formula dan variabel terikatnya insiden diare. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bayi dengan ASI eksklusif sebanyak 17 dengan 2 bayi sering diare dan 15 bayi jarang diare, sedangkan bayi dengan susu formula sebanyak 48 dengan 21 yang sering diare dan 26 jarang diare. Dari hasil analisis chi-square dengan taraf signifikansi 0,015 dapat disimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan (P < 0,05) antara pemberian susu formula dengan kejadian diare. endapat susu formula, angka kematian lebih bermakna dibandingkan dengan anak-anak yang mendapat ASI. Dalam tahap usia sejak lahir sampai 6 bulan, ASI merupakan makanan yang paling utama, tetapi karena ada beberapa faktor ibu tidak memungkinkan untuk bisa menyusui anaknya, maka para ibu telah memberi pengganti asinya dengan susu formula. Jika pemberian susu formula ini tidak diberikan secara benar atau si anak tidak bisa mencerna dengan baik, akan mengakibatkan gangguan pencernaan atau diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross-sectional dengan cara observasi analitik. Metode pengambilan sampel adalah non-random sampling dengan teknik quota sampling dengan jumlah sampel 64 bayi di Puskesmas Wonosari. Variabel bebasnya pemberian susu formula dan variabel terikatnya insiden diare. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bayi dengan ASI eksklusif sebanyak 17 dengan 2 bayi sering diare dan 15 bayi jarang diare, sedangkan bayi dengan susu formula sebanyak 48 dengan 21 yang sering diare dan 26 jarang diare. Dari hasil analisis chi-square dengan taraf signifikansi 0,015 dapat disimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan (P < 0,05) antara pemberian susu formula dengan kejadian diare.

[+/-] Selengkapnya...

HUBUNGAN FAKTOR KOMORBID, USIA DAN STATUS GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBILIS YANG DIOPERASI ......

Abstract
AFIF, AHMAD (2010)

Latar Belakang: Hernia merupakan salah satu kasus di bagian bedah yang pada umumnya sering menimbulkan masalah kesehatan dan memerlukan tindakan operasi. Pada pasien hernia sering disertai dengan faktor komorbid, usia dan status gizi yang tidak menguntungkan dalam penyembuhannya.

Faktor komorbid, usia dan status gizi yang dihubungkan dengan lama rawat inap pasien hernia yang dilakukan herniorepair tanpa mesh menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Tujuan: Untuk melihat hubungan faktor komorbid, usia dan status gizi dengan lama rawat inap pasien hernia yang dioperasi dengan herniorepair tanpa mesh di RS PKU Muhammadiyah periode 2005 sampai 2007. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data rekam medik. Pengambilan data subyek penelitian harus memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien hernia yang dilakukan operasi herniorepair dengan data rekam medik terdapat lama rawat inap, tekanan darah, gula darah dan usia. usia lebih dari 18 tahun. Subyek penelitian sebanyak 48 pasien, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan metode SPSS 16. Perbedaan dianggap bermakna jika nilai p<0,05. Hasil: Dari uji korelasi data nominal, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,364 untuk komorbid, dan 0,654 untuk usia. Dan status gizi tidak dapat dianalisis karena tidak bisa mewakili empat kolom dalam chi square 2x2, dengan demikian Ho pada komorbid dan usia diterima (lebih besar dari α=0,05). Kesimpulan: Tidak didapatkan hubungan perbandingan faktor komorbid, usia dan status gizi dengan lama rawat inap pada pasien herniorepair tanpa mesh di RS PKU Muhammadiyah Surakarta periode 2005-2007.

[+/-] Selengkapnya...