FACE OF OUR LIBRARY


Friday, April 15, 2011

EVALUASI PENERAPAN SISTEM ANGGARAN (Studi Kasus pada Rumah Sakit DR. R. Soeprapto Cepu)


ARININGRUM, HANIFA SETYO (2010)

ABSTRAKSI
Perencanaan dan pengendalian merupakan suatu proses yang digunakan
manajemen untuk menjamin bahwa organisasi yang dipimpinnya melaksanakan
strategi secara efektif dan efisien. Salah satu komponen penting dalam perencanaan
dan pengendalian adalah anggaran. Definisi anggaran adalah suatu rencana yang
disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan
dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku dalam jangka waktu (periode) tertentu
yang akan datang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyusunan
anggaran pada RS. DR. R Soeprapto Cepu dan untuk menganalisis penyimpangan
yang terjadi antara realisasi dengan anggaran pendapatan dan anggaran belanja RS.
DR. R. Soeprapto Cepu. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.
RS. DR. R. Soeprapto Cepu mengenal dua macam anggaran yaitu anggaran
pendapatan dan anggaran belanja. Anggaran pendapatan adalah rencana pendapatan
rumah sakit yang dinyatakan dalam satuan uang yang akan dicapai pada periode yang
akan datang. Sedangkan anggaran belanja merupakan perencanaan penetapan alokasi
dana untuk masing-masing kegiatan yang dinyatakan dalam satuan keuangan di masa
yang akan datang.
Penyusunan anggaran dalam RS. DR. R. Soeprapto Cepu melibatkan
organisasi anggaran yaitu tim anggaran dan komite anggaran. Proses penyusunan
anggaran meliputi tahap-tahap : (1) analisis infornasi masa lalu dan menyusun
perencanaan target, (2) penyusunan usulan anggaran oleh tim anggaran dan
mengajukan dalam rapat dewan, (3) persetujuan dan pengesahan anggaran oleh
Dewan, (4) pendistribusian anggaran oleh Direktur kepada unit-unit organisasi, (5)
penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran.
Dari hasil analisis varians diketahui bahwa pada tahun 2007 pada anggaran
pendapatan terjadi penyimpangan favorable sebesar -3,21% , pada anggaran
belanja terjadi penyimpangan favorable sebesar 0,27%. Sedangkan untuk tahun 2008
untuk anggaran pendapatan terjadi penyimpangan favorable sebesar -2,59%,
pada anggaran belanja terjadi penyimpangan favorable dengan presentase 1,24%.
Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi dapat dikemukakan bahwa RS.
DR. R. Soeprapto Cepu telah menerapkan sistem anggaran dengan baik sehingga
dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan pengendalian.
Kata kunci : anggaran pendapatan dan anggaran belanja.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia bisnis saat ini menunjukkan persaingan yang sangat
ketat, dan menuntut organisasi untuk mengevaluasi diri sehingga sasaran yang
ditetapkan dapat tercapai. Pada umumnya organisasi didirikan untuk mencapai
tujuan tertentu, untuk mencapai tujuan tersebut suatu organisasi perlu
menggunakan kriteria yang efisien sebagai salah satu alat pengukuran, sehingga
organisasi tersebut dapat melaksanakan strategi dan fungsinya secara
efektif dan efisien.
Sebagian besar organisasi perusahaan mempunyai rencana yang telah
dirumuskan dengan baik mengenai apa yang ingin mereka capai. Suatu organisasi
akan dapat tercapai bila tingkat keberhasilan yang maksimal didukung oleh
tatanan organisasi yang terkoodinis secara keseluruhan dengan menggunakan
perencanaan dan pengendalian yang dapat diandalkan. Dalam pencapaian tatanan
organisasi terkadang kita dihadapkan pada kesulitan-kesulitan dalam hal
penyampaian gagasan dan rencana menurut kita gagasan dan rencana tersebut
dapat meningkatkan kemakmuran suatu organisasi.
Perencanaan dan pengendalian merupakan suatu proses yang digunakan
oleh manajemen untuk menjamin bahwa organisasi yang dipimpinnya telah
melaksanakan strategi dan fungsi secara efektif dan efisien. Disamping itu,
pengendalian atas suatu organisasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa
aktifitas-aktifitas dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan prosedur yang
telah ditetapkan. Perencanaan dan pengendalian mempunyai hubungan yang
sangat erat antara keduanya. Perencanaan adalah melihat ke masa depan dan
menentukan kegiatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan pengendalian adalah melihat ke masa lalu dimana kenyataan kadang
tidak selalu sebanding dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
Salah satu komponen penting dalam perencanaan adalah anggaran.
Anggaran adalah sebuah rencana tentang kegiatan dimasa datang yang
mengidentifikasikan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan. Sebuah organisasi
membutuhkan anggaran untuk menerjemahkan keseluruhan strategi ke dalam
rencana dan tujuan jangka pendek dan jangka panjang (Hansen dan Mowen,1997).
Menurut Supriyono (2000, 40) anggaran adalah suatu rencana terinci yang
dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dalam satuan uang,
untuk menunjukkan perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi
dalam jangka waktu tertentu. Menurut Govindarajan (2002) anggaran merupakan
suatu rencana manajemen, dengan asumsi implisit bahwa langkah-langkah positif
akan diambil oleh pembuat anggaran guna membuat kegiatan nyata sesuai
rencana. Anggaran juga bisa dinyatakan sebagai salah satu proses pengendalian
rencana operasi organisasi untuk periode yang akan datang yang dinyatakan
dalam satuan uang. Anggaran merupakan salah satu alat untuk
menginterprestasikan seluruh kegiatan organisasi dan alat untuk
mengkomunikasikan sasaran organisasi ke seluruh tingkat, sehingga anggaran
dapat dijadikan alat pengendalian manajemen. Adapun fungsi dari pengendalian
manajemen adalah untuk menjamin penggunaan sunber organisasi secara efektif
dan efesien.
Dilihat dari segi manajemen anggaran keuangan merupakan rencana
tentang kegiatan perusahaan yang mencakup berbagai kegiatan operasional yang
saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Penyusunan
anggaran juga bisa dijadikan langkah-langkah positif dalam merealisasi rencana
yang telah disusun dan ditetapkan. Jadi anggaran dapat berperan sebagai alat
bantu manajemen pemasaran untuk penyusunan perencanaan, koordinasi dan
pengawasan kegiatan organisasi.
Menurut Andi (2005) pelaksanaan anggaran yang efektif dan efisien
ditentukan oleh beberapa faktor yaitu pendidikan manajer, pengalaman kerja,
kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi penyusunan anggaran. Pengendalian
manajemen di dalam perusahaan sangat diperlukan terutama untuk menyusun
perencanaan anggaran. Menurut Suadi (2001) pengendalian manajemen adalah
semua kegiatan untuk menjamin sumber daya perusahaan untuk digunakan secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Efektifitas pelakanaan
anggaran yaitu tercapainya sasaran anggaran baik secara kuantitatif maupun
kualitatif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Suadi,2001). Sedangkan
efisien adalah tercapainya tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dengan waktu,
tenaga, biaya, serendah mungkin menunjukkan perbandingan antara keluaran
dengan masukan (Suadi,2001).
Anggaran tidak saja sebagai alat perencanaan keuangan dan pengendalian,
tetapi juga sebagai alat koordinasi, komunikasi, evaluasi kinerja dan motivasi.
Penggunaan anggaran untuk melakukan pengendalian, evaluasi kinerja,
komunikasi, dan meningkatkan koordinasi merupakan aktivitas dalam
penyusunan anggaran. Partisipasi penyusunan anggaran merupakan proses
dimana kinerja individu yang dievaluasi dan memperoleh penghargaan
berdasarkan pencapaian target anggaran, terlibat, dan mempunyai pengaruh dalam
penyusunan target anggaran.
Dalam suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, anggaran dapat
digunakan sebagai alat untuk pengendalian kegiatan orgnisasi. Dalam proses
penyusunan anggaran, manajer pusat pertanggung jawaban berperan aktif dalam
penyusunan usulan anggaran dan mengadakan negosiasi dengan manajer atasan
tentang kesanggupan atau komitmen manajer pusat pertanggung jawaban, untuk
melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran.Rumah sakit merupakan
bentuk usaha penyediaan jasa layanan kesehatan yang tidak mengutamakan
perolehan laba sebagai tujuan utamanya, namun lebih bersifat sosial
kemasyarakatan. Selain dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, juga
diharapkan mampu menyusun anggaran yang digunakan sebagai alat
perencanaan, koordinasi dan pengendalian sesuai dengan sasaran dan tujuannya
dalam merealisasikan anggaran.
Mengingat pentingnya sistem anggaran bagi semua organisasi, maka sistem
anggaran tersebut perlu untuk dievaluasi, untuk mengetahui seberapa besar
penyimpangan yang terjadi antara anggaran dan realisasi untuk menilai apakah
anggaran tersebut dapat dijadikan sebagai alat pengkoordinasi dan pengendalian
manajemen. Didasari uraian di atas maka penelitian ini akan berjudul :
EVALUASI PENERAPAN SISTEM ANGGARAN (STUDI KASUS PADA
RUMAH SAKIT. DR. R. SOEPRAPTO CEPU).
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka
perumusan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana prosedur penyusunan anggaran pada RS. DR. R. Soeprapto Cepu?
2. Bagaimana selisih antara realisasi dengan anggaran pendapatan dan anggaran
belanja RS. DR. R. Soeprapto Cepu?
C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup masalah yang akan
diteliti pada rencana anggaran dan pelaksanaannya (hasil realisasi anggaran)
mulai dari persiapan pengumuman hingga terbentuknya suatu anggaran yang
disetujui oleh manajer pusat pertanggung jawaban dengan manajer atasan sebagai
pedoman pelaksanaan dan pengendalian kegiatan. Anggaran yang dijadikan objek
penelitian adalah anggaran pendapatan dan anggaran belanja selama dalam
anggaran tahun 2007/2008.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang diharapkan dari penelitian ini :
1. Untuk mengetahui prosedur penyusunan anggaran pada RS. DR. R. Soeprapto Cepu.
2. Untuk menganalisis selisih antara realisasi dengan anggaran pendapatan dan
anggaran belanja pada RS. DR. R. Soeprapto Cepu.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi rumah sakit
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan, bahan
pertimbangan, bahan penyempurnaan atas kekurangan-kekurangan yang ada
dalam penerapan sistem anggaran yang berlaku di Rumah Sakit.
2. Bagi penulis
Memberikan kesempatan pada penulis untuk menambah khasanah ilmu
pengetahuan dan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku
kuliah. Selain itu juga dapat menambah wawasan dan pengalaman mengenai
penerapan sistem anggaran dalam praktek nyata.
3. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi peneliti lain yang sejenis
dengan penelitian ini.
F. Sistematika Skripsi
Sistematika yang digunakan dalam penyusunan skripsi adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika
penyusunan skripsi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini menjelaskan tentang pengertian anggaran, karakteristik
anggaran, fungsi anggaran, manfaat dan kelemahan anggaran, syaratsyarat
anggaran, jenis-jenis anggaran, metode pembuatan anggaran,
proses penyusunan anggaran, analisis varians anggaran, proses
pengendalian anggaran, aspek manusia dalam anggaran, anggaran
sebagai suatu sistem, dan penelitian terdahulu.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang jenis penelitian, lokasi penelitian, data dan sumber
data, teknik pengumpulan data, dan analisis varians.
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang sejarah dan gambaran umum RS. DR. R.
Soeprapto Cepu, penyusunan anggaran, dan analisis varians.
BAB V PENUTUP
Merupakan bab terakhir dalam penulisan ini yang berisi kesimpulan dan
saran yang diharapkan ada manfaatnya bagi pihak yang bersangkutan
dan bagi pembaca.

No comments:

Post a Comment