FACE OF OUR LIBRARY


Sunday, April 17, 2011

PERBEDAAN PERSEPSI ANTARA MAHASISWA SENIOR DAN JUNIOR MENGENAI PROFESI AKUNTAN (Studi Kasus Pada UNS dan UMS)


ISAURA, MIRA (2010)

ABSTRAKSI
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan junior mengenai profesi akuntan. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa S-1 Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa tingkat tingkat akhir (senior) dan mahasiswa awal (junior). Metode pengambilan sampel dengan menggunakan non probability sampling, meliputi metode convenience sampling dan purposive sampling. Metode Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu menggunakan daftar pertanyaan kepada pihak- pihak yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Hipotesa akan diuji dengan Uji t (t Test), Pengujian dilakukan dengan membandingkan mean antara 2 kelompok yang berbeda tersebut. Hasil pengujian hipotesis dengan statistik parametrik yaitu dengan Independent sample t-test dengan asumsi varians yang sama menunjukan Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa senior dan junior mengenai profesi akuntan, hal ini ditunjukkan oleh nilai probabilitas sebesar 0,382 di atas 0,05. Berarti hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa “Terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa akuntansi senior dan junior mengenai profesi akuntan”, tidak dapat diterima.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Isu Good Corporate Governance di Indonesia saat ini masih hangat dibicarakan karena dianggap sebagai faktor yang akan dapat memulihkan kepercayaan investor terhadap Indonesia dan media menciptakan suasana bisnis yang sehat di Indonesia. Salah satu komponen dari Corporate Governance adalah adanya pelaporan keuangan yang memadai, sayangnya sistem pelaporan keuangan yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Rendahnya kualitas laporan keuangan dapat disebabkan kurangnya persepsi positif dari akuntan di Indonesia.
Dalam Kode Etik Akuntan Indonesia disebut bahwa tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawab dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Lebih lanjut disebutkan bahwa salah satu dari empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi seorang akuntan adalah profesionalisme. Prinsip Ketujuh Kode Etik Akuntan Indonesia menyebutkan bahwa prinsip Profesionalisme berarti setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Prinsip profesionalisme seorang akuntan akan terwujud dengan baik apabila akuntan tersebut merasa bahwa profesi akuntan penting dan memiliki tanggung jawab yang besar dalam masyarakat. Dengan demikian akuntan tersebut berusaha menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjaga nama baik profesinya. Karenaitulah, salah satu hal penting yang perlu ditekankan dalam pendidikan akuntansi adalah bagaimana membentuk nilai-nilai dan persepsi positif mahasiswa terhadap profesi.
Profesi akuntan di Indonesia pada masa yang akan datang menghadapi tantangan yang sangat berat. Untuk itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme profesi mutlak diperlukan. Profesionalisme suatu profesi mensyaratkan 3 hal utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota profesi tersebut yaitu keahlian (skill), karakter (character), dan pengetahuan (knowledge).
Proses pembentukan profesionalisme profesi berawal dari pendidikan profesi, dalam hal ini pendidikan akuntansi di perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan, bertujuan menyediakan sumber pengetahuan dan pengalaman belajar (knowledge and learning experience) bagi para mahasiswanya. Tujuan tersebut dicapai melalui bentuk kegiatan belajar mengajar yang disebut kuliah. Namun pendidikan akuntansi seharusnya tidak hanya menekankan pada kebutuhan keahlian (skill) dan pengetahuan (knowledge) yang bersifat teoritis, tetapi juga harus mampu mensosialisasikan kepada mahasiswanya hal-hal yang berhubungan dengan dunia praktik dan lingkungan kerja profesi akuntansi.
Di Indonesia, proses pendidikan dan pengajaran akuntansi dipandang belum mampu menghasilkan lulusan yang profesional, yang siap terjun ke dunia bisnis (Machfoedz,1997, dalam Diana 2006). Proses tersebut meliputi :
desain kurikulum, desain silabus, struktur pengajaran dan sistem pengajaran. Hal lain yang menyebabkan perlunya restrukturisasi pendidikan akuntansi adalah adanya indikasi bahwa para lulusan pendidikan akuntansi di perguruan tinggi meninggalkan bangku kuliah dengan persepsi yang kurang tepat mengenai lingkungan kerja profesi akuntan. Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan yang diungkapkan Hanno dan Turner (1995) bahwa pendidikan akuntansi harus mampu memberikan “ a knowledge of business and their environtment ” (dalam Diana, 2006 ).
Nilai-nilai yang dianut oleh seorang akuntan tidak terlepas dari begaimana dia memandang profesi akuntan itu sendiri, apakah ia akan memandang profesi akuntan itu sendiri, apakah ia akan memandang penting profesi akuntan dan dengan sendirinya memandang penting pekerjaan yang dilakukannya. Tentunya nilai-nilai ini juga akan dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya individual, seperti karakteristik sosial dan pengalaman masa lalunya. Walaupun demikian, pada saat mahasiswa tersebut memilih jalur karirnya untuk menjadi seorang akuntan, mahasiswa tersebut telah memiliki pandangan mengenai akuntan sebagai sebuah profesi
Penelitian ini seperti halnya penelitian Fitriyani dan Yulianti (2007). Perbedaanya adalah pada penelitian ini hanya meneliti perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan junior pada program S1 reguler, sedangkan penelitian Fitriyani dan Yulianti (2007) meneliti perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan junior pada program S1 reguler, S1 ekstensi dan D3.
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti persepsi antara mahasiswa senior dan junior terhadap profesi akuntan pada mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan mahasiswa akuntansi di Universitas Sebelas Maret. Berdasarkan uraian tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Perbedaan Persepsi Antara Mahasiswa Senior dan Junior Mengenai Profesi Akuntan”.
B. Perumusan Masalah
Perumusan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan junior mengenai profesi akuntan.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan junior mengenai profesi akuntan.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut:
1. Kalangan akademik
Dapat dijadikan dasar penyusunan kurikulum akuntansi.
2. Ikatan Akuntan Indonesia
Sebagai dasar menentukan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan profesionalisme akuntan Indonesia.
E. Sistematika Penyusunan Skripsi
Untuk memperoleh gambaran singkat dalam memudahkan pemahaman atas skripsi ini, perlu dijelaskan sistematika penulisan. Berikut ini penulis akan menguraikan secara garis besar penyusunan skripsi dalam perumusannya dituangkan dalam lima bab dengan tahap-tahap sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini memuat uraian mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan teori-teori yang menjadi dasar analisis penelitian, meliputi: Pengertian Persepsi, Organisasi Profesi Akuntan, Bidang-bidang Akuntan, Jasa- jasa Akuntan Publik, Pendidikan Profesi Akuntansi di Indonesia, Tanggungjawab Profesi Akuntansi dalam Revolusi Informasi, Kode Etik Akuntan, Sumber Informasi tentang Lingkungan Kerja Akuntan Publik,
Tinjauan Penelitian Terdahulu dan Hipotesis Penelitian.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini akan menjelaskan tentang Ruang Lingkup Penelitian, Jenis dan Obyek Penelitian, Populasi dan Sampel, Kriteria Sampel, Metode Pengambilan Sampel, Metode Pegumpulan data, Variabel Penelitian, dan Metode Analisis Data.
BAB IV : ANALISIS HASIL PENELITIAN
Bab ini mencakup metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan junior mengenai profesi akuntan.
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi tentang simpulan dari hasil penelitian yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, keterbatasan dan saran-saran yang dapat dijadikan masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan.

No comments:

Post a Comment